Jumat, 29 Agustus 2014

penelitian ex post facto

BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang 
Sedikit pengertian dari kami sebagai seorang penyusun makalah sebelum menuju ke pembahasan. Penelitian ex post facto merupakan penelitian yang bertujuan untuk menemukan penyebab yang memungkinkan perubahan perilaku, gejala atau fenomena yang disebabkan oleh suatu peristiwa, perilaku atau hal-hal yang menyebabkan perubahan pada variable bebas yang secara keseluruhan sudah terjadi. Penelitian ex post pacto memiliki 6 karakteristik dan akan di perjelas di dalam pembahasan. Dan ada pula langkah-langkah dalam melakukan penelitian ex post facto yaitu:
  1. Menetapkan  masalah penelitian
  2. Membandingkan dua kelompok yang terpilih
  3. Pemilihan desain dasar penelitian ex post facto
  4. Mengumpulkan data
  5. Analisis data dan penafsiran data
Penelitian ex post facto merupakan suatu penelitian

B.  Tujuan
Tujuan penulisan ini adalah :
1.      Untuk mengetahui apa itu penelitian ex post facto
2.      Untuk mengetahui metode-metode apa yang kita lakukan dalam penelitian ex post facto
3.      Untuk mengetahui perbedaan penelitian ex post facto dan penelitian eksperimen
4.      Menambah wawasan bagi penulis dan para pembaca.

C.  Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang sudah dijelaskan diatas, maka rumusan masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut :
1.      Pengertian ex post facto
2.      Perbedaan Penelitian Ex Post Facto dengan Penelitian Eksperimen


BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN PENELITIAN EX POST FACTO
Penelitian ex post facto merupakan penelitian yang bertujuan menemukan penyebab yang memungkinkan perubahan perilaku, gejala atau fenomena yang disebabkan oleh suatu peristiwa, perilaku atau hal-hal yang menyebabkan perubahan pada variable bebas yang secara keseluruhan sudah terjadi. Penelitian eksperimen dan penelitian ex post facto dibedakan berdasarkan jenis variabelnya. Penelitian eksperimen menggunakan variable bebas aktif sedangkan penelitian ex post facto menggunakan variable bebas atribut.
Suatu variable disebut variable bebas aktif apabila peneliti dapat dengan mudah menentukan siapa yang menjadi responden secara bebas. Sedangkan variable disebut variable atribut apabila peneliti tidak dapat menentukan responden secara bebas artinya responden tersebut telah ada sebelum penelitian tersebut.
Sebagai contoh:  Jika seorang akan meneliti pengaruh belajar single persent terhadap prestasi. Dalam kasus ini peneliti tidak dapat menetapkan responden secara bebas. Siapa yang mewakili single present dan siapa yang mewakili double present tidak dapat diatur oleh peneliti. Responden ini telah ada sebelum peneliti melekukan penelitian. Penelitian ex post facto juga cocok ketika variable sebelumnya dapat dimanipulasi oleh peneliti tetapi tidak etis untuk memanipulasinya. Misalnya ketika peneliti ingin meneliti pengaruh penggunaan alkohol atau rokok. Karena peneliti tidak ingin menetapkan responden secara acak untuk diberikan perlakuan. Dengan demikian penelitian ex post facto cocok apabila variable telah ada. Kausa komparatif karena membandingkan hubungan antara variable bebas dan variable terikat. Dasar penelitian ex post facto adalah:
  1. Menilai dengan subjek yang berbeda pada variable bebas dan mencoba untuk menentukan konsekuensi yang berbeda. Contoh: pengaruh orang tua tunggal dan orang tua lengkap(variable terikat) terhadap pembolosan(variable bebas).
  2. Dimulai dari subjek yang berbeda sebagai variable terikat dan berusaha menentukan penyebabnya dari perbedaan itu. Contoh: perbandingan siswa yang latarnya dari sekolah tinggi dengan orang-orang yang drop out(variable terikat) pada variable bebas seperti motivasi atau kedisiplinan.

B.     Karakteristik Penelitian Ex Post Facto
  1. Data dikumpulkan setelah semua peristiwa terjadi.
  2. Variabel terikat ditentukan terlebih dahulu, kemudian merunut ke belakang untuk menemukan sebab, hubungan, dan maknanya.
  3. Penelitian deskriptif yaitu menjelaskan penemuannya sebagaimana yang diamati.
  4. Penelitian korelasional, mencoba menemukan hubungan kausal fenomena yang diteliti.
  5. Penelitian eksperimental, dan ex post facto dasar logika yang digunakan dan tujuan yang ingin dicapai sama yaitu menentukan validitas empiris. Contoh: jika x maka y. Perbedaan antara penelitian eksperimen dan ex post facto adalah tidak ada kontrol langsung variable bebas dalam penelitian ex post facto.
  6. Penelitian ex post facto dilakukan jika dalam beberapa hal penelitian eksperimen tidak dapat dilaksanakan. Hal tersebut adalah:
a)   Jika tidak mungkin memilih, mengontrol, dan memanipulasi faktor-faktor yang diperlukan untuk meneliti hubungan sebab akibat secara langsung
b)    Jika control semua variable kecuali independent tunggal, tidak realistik, dan artificial, mencegah interaksi yang normal dengan variable lain yang mempengaruhi.
c)    Jika kontrol secara laboratori untuk beberapa tujuan tidak praktis, dari segi biaya dan etik dipertanyakan.

C.     Kelebihan dan kekurangan penelitian ex post facto
-   Kelebihan Penelitian Ex Post Facto
  1. Sesuai untuk keadaan yang tidak dapat dilakukan oleh penelitian eksperimen
  2. Informasi tentang sifat fenomena apa yang terjadi, dengan apa kejadiannya, di bawah kondisi apa fenomena terjadi, dan dalam sekuensi dan pola seperti apa fenomena terjadi,
  3. Kemajuan dalam teknik statistik membuat desain ex post facto lebih bertahan.

-   Kelemahan Penelitian Ex Post Facto
  1. Kurang kontrol terhadap variable bebas
  2. Sulit memastikan apakah faktor-faktor penyebab telah dimasukkan dan diidentifikasi
  3. Tidak ada faktor tunggal yang menjadi sebab suatu akibat, tetapi beberapa kombinasi dan interaksi faktor-faktor berjalan bersama di bawah kondisi tertentu menghasilkan akibat tertentu.
  4. Suatu fenomena mungkin bukan saja hasil dari sebab yang banyak, tetapi juga dari satu sebab dalam satu hal dan dari sebab yang lain.
  5. Jika hubungan antara dua variable ditemukan, sulit menemukan mana yang sebab dan mana yang akibat.
  6. Kenyataan yang menunjukkan bahwa dua atau lebih faktor berhubungan tidak mesti menyatakan hubungan sebab akibat. Semua faktor bias jadi berhubungan dengan suatu faktor tambahan yang tidak dikenal atau tidak diamati.
  7. Mengklasifikasikan subyek ke dalam kelompok dikotomi (misalnya yang berprestasi dan yang tidak berprestasi) untuk tujuan komparasi penuh dengan masalah, karena kategori seperti ini adalah samar-samar, dapat bervariasi, dan sementara.
  8. Penelitian komparatif dalam situasi yang alami tidak memberikan seleksi subyek yang terkontrol. Sulit menempatkan kelompok subyek yang sama dalam segala hal kecuali pemaparan mereka terhadap satu variable.




BAB III
PERBEDAAN PENDEKATAN EX POST FACTO DENGAN EKSPERIMEN

a. Pengertian
1) Metode Penelitian Eksperimen
Penelitian eksperimen dapat didefinisikan sebagai metode sistematis guna membangun hubungan yang mengandung fenomena sebab akibat.
Suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel yang lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat. Variabel independennya dimanipulasi oleh peneliti.
Metode eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan (Sugiyono, 2010).
2) Metode Penelitian Ex Post Facto
Penelitian ex post facto merupakan penelitian yang bertujuan menemukan penyebab yang memungkinkan perubahan perilaku, gejala atau fenomena yang disebabkan oleh suatu peristiwa, perilaku atau hal-hal yang menyebabkan perubahan pada variable bebas yang secara keseluruhan sudah terjadi. Penelitian eksperimen dan penelitian ex post facto dibedakan berdasarkan jenis variabelnya. Penelitian eksperimen menggunakan variable bebas aktif sedangkan penelitian ex post facto menggunakan variable bebas atribut.
b. Tema/ Judul
1) Metode Penelitian Eksperimen
Penelitian eksperimen menggunakan variable bebas aktif yaitu peneliti dapat dengan mudah menentukan siapa yang menjadi responden secara bebas. Pada judul, nanti akan timbul sebab-akibat.
2) Metode Penelitian Ex Post Facto
Penelitian ex post facto menggunakan variabel bebas atribut yaitu peneliti tidak dapat menentukan responden secara bebas artinya responden tersebut telah ada sebelum penelitian tersebut. Pada judul tersirat faktor -faktor yang mempengaruhi suatu hal yang akan diteliti yang berasal dari sebab permasalahan yang sekarang terjadi.
c. Rumusan Masalah
1) Metode Penelitian Eksperimen
Rumusan masalahnya menggunakan rumusan masalah komparatif. Yaitu rumusan masalah dimana peneliti membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda atau pada waktu yang berbeda. Selain itu rumusan masalah pada penelitian eksperimen juga bisa menggunakan rumusan asosiatif. Rumusan asosiatif yaitu rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih.
2) Metode Penelitian Ex Post Facto
Rumusan masalah yang digunakan menggunakan rumusan masalah deskiptif yaitu sutu rumusan masalah yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri).
d. Kerangka Teori
1) Metode Penelitian Eksperimen
Pada kerangka teori penelitian ekperimen menggunakan kerangka teori yang bersifat fungsional. Dimana teori tersebut tampak suatu interaksi pengaruh antara data dan perkiraan teoritis yaitu data mempengaruhi pembentukan teori dan pembentukan teori kembali yang mempengaruhi data.
2) Metode Penelitian Ex Post Facto
Pada kerangka teori penelitian ex post facto menggunakan kerangka teori yang besifat deduktif. Dimana, kerangka tersebut memberikan keterangan yang dimulai dari suatu perkiraan atau pikiran spekulatif tertentu ke arah data yang akan diterangkan.
e. Hipotesis
1) Metode Penelitian Eksperimen
Bersifat definitif atau direksional. Artinya, dalam rumusan hipotesis tidak hanya disebutkan adanya hubungan atau perbedaan antar variabel, melainkan telah ditunjukan sifat hubungan atau keadaan perbedaan itu.
2) Metode Penelitian Ex Post Facto
Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ex post facto adalah hipotesis diskriptif, yaitu merupakan jawaban sementara terhadap masalah diskriptif yaitu yang berkenaan dengan variabel mandiri.
f. Cara Analisis
1) Metode Penelitian Eksperimen
Apabila datanya berbentuk nominal maka digunakan teknik statistik : koefisien kontingensi.
Apabila datanya berbentuk ordinal, maka menggunakan korelasi spearman rank dan korelasi kendal tau.
Apabila datanya berbentuk interval atau ratio, maka digunakan statistik : korelasi poduk moment, korelasi ganda, korelasi parsial, dan analisis regresi.
2) Metode Penelitian Ex Post Facto
Apabila datanya berbentuk nominal, maka digunakan teknik statistik: binomial dan chi kuadrat satu sampel
Apabila datanya berbentuk ordinal, maka digunakan teknik statistik : run test
Apabila datanya berbentuk interval atau ratio maka digunakan tes satu sampel.

Kedua metode penelitian ini sebenarnya dapat menguji hipotesis hubungan antara variable bebas dan variable terikat. Pada dasarnya kedua jenis penelitian ini serupa, akan tetapi kita dapat mengontrol pengaruh variable ekstra lebih ketat pada penelitian eksperimen disbanding penelitian ex post facto. Jika anda ingin menetapkan apakah benar variable X adalah penyebab variable Y maka ada 3 yang perlu dipertimbangkan:
  1. Hubungan statistik antara X dan Y
  2. X didahului Y
  3. Factor-faktor yang berpengaruh pada variable Y
Langkah-Langkah Penelitian Ex Post Facto
  1. Menetapkan  masalah penelitian
  2. Membandingkan dua kelompok yang terpilih
  3. Pemilihan desain dasar penelitian ex post facto
  4. Mengumpulkan data
  5. Analisis data dan penafsiran data
Penjelasan Alternatif
  1. Kesamaan penyebab
Contoh: Pengaruh kenaikan gaji terhadap penjualan keduanya sebenarnya dipengaruhi oleh tingkat kemakmuran.
  1. Penyebab terbalik
  2. Kehadiran variable bebas yang lain
Kontrol Parsial dalam Penelitian Ex Post Facto
Strategi ini memberikan control parsial validiatas internal daripenyebab umum dan kemungkinan variable bebas lain. Dianatara strategi ini adalah :
  1. Pencocokan. Metode umum untuk menentukan kontrol parsial dalam penelitian ex post facto agar sesuai dengan subjek dalam eksperimen dan kelompok kontrol pada banyak variable ekstra yang mungkin. Pencocokan ini biasanya dilakukan pada subjek-subjek dasar untuk membentuk pasangan yang cocok. Menggunakan pencocokan dalam penelitian ex post facto mengasumsikan bahwa anda tahu apa faktor-faktor yang relevan yaitu faktor-faktor yang mungkin memiliki korelasi dengan variable terikat.
  2. Homogen group. Variable dalam penelitian eksperimen dapat dikontrol dengan memilih sampel yang homogen. Prosedur yang sama dapat dilakukan dalam penelitian ex post facto.
  3. Membangun variable ekstra ke dalam desain. Relevan mungkin untuk membangun variable bebas asing ke desain penelitian ex post facto dan menyelidiki efek mereka melalui penggunaan dua arah dan orde yang lebih tinggi analisis varians.
  4. Analisis kovarians. Analisis kovarians (ANCOVA) kadang-kadang digunakan untuk menyesuaikan perbedaan anatara kelompok-kelompok dalam sebuah desaian ex post facto.
  5. Korelasi parsial. Korelasi parsial dapat digunakan untuk menentukan tingkatan hubungan antara dua variable dengan mengontrol variable lain.






BAB IV
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Jadi menurut pembahasan di atas, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa penelitian ex post facto merupakan penelitian yang bertujuan menemukan penyebab yang memungkinkan perubahan perilaku, gejala atau fenomena yang disebabkan oleh suatu peristiwa, perilaku atau hal-hal yang menyebabkan perubahan pada variable bebas yang secara keseluruhan sudah terjadi.
Penelitian eksperimen menggunakan variable bebas aktif sedangkan penelitian ex post facto menggunakan variable bebas atribut.

B.     Saran
Sebagai seseorang yang ingin tahu tentang suatu pengetahuan kita haruslah banyak-benyak berusaha dengan cara rajin membaca buku ataupun menggunakan macam-macam media yang bisa di gunakan untuk belajar. Tiada orang yang berhasil tanpa suatu usaha karna usaha itu merupakan suatu jalan atau jembatan seseorang untuk menuju kesuksesan. Mungkin hanya inilah saran dari saya, kurang dan lebihnya saya sebagai seorang penyusun makalah ini mohon maaf kepada para pembaca atau kepada bapak/ibu dosen, sekian dan terima kasih…
                                                                                                                       

                                                                                                            Wassalam……………..