BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Sedikit pengertian dari
kami sebagai seorang penyusun makalah sebelum menuju ke pembahasan. Penelitian ex post facto
merupakan penelitian yang bertujuan untuk menemukan penyebab yang memungkinkan
perubahan perilaku, gejala atau fenomena yang disebabkan oleh suatu peristiwa,
perilaku atau hal-hal yang menyebabkan perubahan pada variable bebas yang
secara keseluruhan sudah terjadi. Penelitian ex post pacto memiliki 6
karakteristik dan akan di perjelas di dalam pembahasan. Dan ada pula
langkah-langkah dalam melakukan penelitian ex post facto yaitu:
- Menetapkan masalah
penelitian
- Membandingkan dua kelompok yang
terpilih
- Pemilihan desain dasar
penelitian ex post facto
- Mengumpulkan data
- Analisis data dan penafsiran
data
Penelitian ex post facto merupakan
suatu penelitian
B.
Tujuan
Tujuan penulisan ini adalah :
1.
Untuk mengetahui apa itu penelitian ex post facto
2.
Untuk mengetahui metode-metode apa yang kita lakukan dalam penelitian ex
post facto
3.
Untuk mengetahui perbedaan penelitian ex post facto dan penelitian
eksperimen
4.
Menambah wawasan bagi penulis dan para pembaca.
C.
Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang sudah dijelaskan diatas, maka
rumusan masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut :
1.
Pengertian ex post
facto
2.
Perbedaan Penelitian
Ex Post Facto dengan Penelitian Eksperimen
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN PENELITIAN EX POST FACTO
Penelitian ex post facto merupakan penelitian yang
bertujuan menemukan penyebab yang memungkinkan perubahan perilaku, gejala atau
fenomena yang disebabkan oleh suatu peristiwa, perilaku atau hal-hal yang
menyebabkan perubahan pada variable bebas yang secara keseluruhan sudah terjadi.
Penelitian eksperimen dan penelitian ex post facto dibedakan berdasarkan
jenis variabelnya. Penelitian eksperimen menggunakan variable bebas aktif
sedangkan penelitian ex post facto menggunakan variable bebas atribut.
Suatu variable disebut variable bebas aktif apabila peneliti
dapat dengan mudah menentukan siapa yang menjadi responden secara bebas. Sedangkan variable disebut variable atribut apabila
peneliti tidak dapat menentukan responden secara bebas artinya responden
tersebut telah ada sebelum penelitian tersebut.
Sebagai contoh: Jika seorang akan meneliti pengaruh
belajar single persent terhadap prestasi. Dalam kasus ini peneliti tidak dapat
menetapkan responden secara bebas. Siapa yang mewakili single present dan siapa
yang mewakili double present tidak dapat diatur oleh peneliti. Responden ini
telah ada sebelum peneliti melekukan penelitian. Penelitian ex post facto
juga cocok ketika variable sebelumnya dapat dimanipulasi oleh peneliti tetapi
tidak etis untuk memanipulasinya. Misalnya ketika peneliti ingin meneliti
pengaruh penggunaan alkohol atau rokok. Karena peneliti tidak ingin menetapkan
responden secara acak untuk diberikan perlakuan. Dengan demikian penelitian ex
post facto cocok apabila variable telah ada. Kausa komparatif karena
membandingkan hubungan antara variable bebas dan variable terikat. Dasar
penelitian ex post facto adalah:
- Menilai dengan subjek yang
berbeda pada variable bebas dan mencoba untuk menentukan konsekuensi yang
berbeda. Contoh: pengaruh orang tua tunggal dan orang tua lengkap(variable
terikat) terhadap pembolosan(variable bebas).
- Dimulai dari subjek yang
berbeda sebagai variable terikat dan berusaha menentukan penyebabnya dari
perbedaan itu. Contoh: perbandingan siswa yang latarnya dari sekolah
tinggi dengan orang-orang yang drop out(variable terikat) pada variable
bebas seperti motivasi atau kedisiplinan.
B.
Karakteristik Penelitian Ex Post Facto
- Data
dikumpulkan setelah semua peristiwa terjadi.
- Variabel
terikat ditentukan terlebih dahulu, kemudian merunut ke belakang untuk
menemukan sebab, hubungan, dan maknanya.
- Penelitian
deskriptif yaitu menjelaskan penemuannya sebagaimana yang diamati.
- Penelitian korelasional,
mencoba menemukan hubungan kausal fenomena yang diteliti.
- Penelitian eksperimental, dan
ex post facto dasar logika yang digunakan dan tujuan yang ingin dicapai
sama yaitu menentukan validitas empiris. Contoh: jika x maka y. Perbedaan
antara penelitian eksperimen dan ex post facto adalah tidak ada kontrol
langsung variable bebas dalam penelitian ex post facto.
- Penelitian ex post facto
dilakukan jika dalam beberapa hal penelitian eksperimen tidak dapat
dilaksanakan. Hal tersebut adalah:
a)
Jika tidak mungkin memilih,
mengontrol, dan memanipulasi faktor-faktor yang diperlukan untuk meneliti
hubungan sebab akibat secara langsung
b)
Jika control semua variable kecuali
independent tunggal, tidak realistik, dan artificial, mencegah interaksi yang
normal dengan variable lain yang mempengaruhi.
c) Jika kontrol
secara laboratori untuk beberapa tujuan tidak praktis, dari segi biaya dan etik
dipertanyakan.
C.
Kelebihan dan kekurangan penelitian ex post facto
-
Kelebihan Penelitian Ex Post Facto
- Sesuai untuk keadaan yang tidak
dapat dilakukan oleh penelitian eksperimen
- Informasi tentang sifat
fenomena apa yang terjadi, dengan apa kejadiannya, di bawah kondisi apa
fenomena terjadi, dan dalam sekuensi dan pola seperti apa fenomena
terjadi,
- Kemajuan dalam teknik statistik
membuat desain ex post facto lebih bertahan.
-
Kelemahan Penelitian Ex Post Facto
- Kurang kontrol terhadap
variable bebas
- Sulit
memastikan apakah faktor-faktor penyebab telah dimasukkan dan
diidentifikasi
- Tidak ada
faktor tunggal yang menjadi sebab suatu akibat, tetapi beberapa kombinasi
dan interaksi faktor-faktor berjalan bersama di bawah kondisi tertentu
menghasilkan akibat tertentu.
- Suatu
fenomena mungkin bukan saja hasil dari sebab yang banyak, tetapi juga dari
satu sebab dalam satu hal dan dari sebab yang lain.
- Jika hubungan antara dua
variable ditemukan, sulit menemukan mana yang sebab dan mana yang akibat.
- Kenyataan yang menunjukkan
bahwa dua atau lebih faktor berhubungan tidak mesti menyatakan hubungan
sebab akibat. Semua faktor bias jadi berhubungan dengan suatu
faktor tambahan yang tidak dikenal atau tidak diamati.
- Mengklasifikasikan
subyek ke dalam kelompok dikotomi (misalnya yang berprestasi dan yang
tidak berprestasi) untuk tujuan komparasi penuh dengan masalah, karena
kategori seperti ini adalah samar-samar, dapat bervariasi, dan sementara.
- Penelitian
komparatif dalam situasi yang alami tidak memberikan seleksi subyek yang
terkontrol. Sulit menempatkan kelompok subyek yang sama dalam segala hal
kecuali pemaparan mereka terhadap satu variable.
BAB III
PERBEDAAN PENDEKATAN EX POST FACTO DENGAN EKSPERIMEN
a.
Pengertian
1)
Metode Penelitian Eksperimen
Penelitian eksperimen dapat didefinisikan sebagai metode
sistematis guna membangun hubungan yang mengandung fenomena sebab akibat.
Suatu
penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel
yang lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat. Variabel independennya
dimanipulasi oleh peneliti.
Metode
eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh
perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan
(Sugiyono, 2010).
2)
Metode Penelitian Ex Post Facto
Penelitian ex post facto merupakan penelitian yang
bertujuan menemukan penyebab yang memungkinkan perubahan perilaku, gejala atau
fenomena yang disebabkan oleh suatu peristiwa, perilaku atau hal-hal yang
menyebabkan perubahan pada variable bebas yang secara keseluruhan sudah
terjadi. Penelitian eksperimen dan penelitian ex post facto dibedakan
berdasarkan jenis variabelnya. Penelitian eksperimen menggunakan variable bebas
aktif sedangkan penelitian ex post facto menggunakan variable bebas
atribut.
b.
Tema/ Judul
1)
Metode Penelitian Eksperimen
Penelitian eksperimen menggunakan variable bebas aktif yaitu
peneliti dapat dengan mudah menentukan siapa yang menjadi responden secara
bebas. Pada judul, nanti akan timbul sebab-akibat.
2)
Metode Penelitian Ex Post Facto
Penelitian ex post facto menggunakan variabel bebas atribut
yaitu peneliti tidak dapat menentukan responden secara bebas artinya responden
tersebut telah ada sebelum penelitian tersebut. Pada judul tersirat faktor
-faktor yang mempengaruhi suatu hal yang akan diteliti yang berasal dari sebab
permasalahan yang sekarang terjadi.
c.
Rumusan Masalah
1)
Metode Penelitian Eksperimen
Rumusan masalahnya menggunakan rumusan masalah komparatif.
Yaitu rumusan masalah dimana peneliti membandingkan keberadaan satu variabel
atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda atau pada waktu yang
berbeda. Selain itu rumusan masalah pada penelitian eksperimen juga bisa
menggunakan rumusan asosiatif. Rumusan asosiatif yaitu rumusan masalah
penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih.
2)
Metode Penelitian Ex Post Facto
Rumusan masalah yang digunakan menggunakan rumusan masalah
deskiptif yaitu sutu rumusan masalah yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap
keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih (variabel
yang berdiri sendiri).
d.
Kerangka Teori
1)
Metode Penelitian Eksperimen
Pada kerangka teori penelitian ekperimen menggunakan
kerangka teori yang bersifat fungsional. Dimana teori tersebut tampak suatu
interaksi pengaruh antara data dan perkiraan teoritis yaitu data mempengaruhi
pembentukan teori dan pembentukan teori kembali yang mempengaruhi data.
2)
Metode Penelitian Ex Post Facto
Pada kerangka teori penelitian ex post facto menggunakan
kerangka teori yang besifat deduktif. Dimana, kerangka tersebut memberikan
keterangan yang dimulai dari suatu perkiraan atau pikiran spekulatif tertentu
ke arah data yang akan diterangkan.
e.
Hipotesis
1)
Metode Penelitian Eksperimen
Bersifat definitif atau direksional. Artinya, dalam rumusan
hipotesis tidak hanya disebutkan adanya hubungan atau perbedaan antar variabel,
melainkan telah ditunjukan sifat hubungan atau keadaan perbedaan itu.
2)
Metode Penelitian Ex Post Facto
Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ex post facto
adalah hipotesis diskriptif, yaitu merupakan jawaban sementara terhadap masalah
diskriptif yaitu yang berkenaan dengan variabel mandiri.
f.
Cara Analisis
1)
Metode Penelitian Eksperimen
Apabila datanya berbentuk nominal maka digunakan teknik
statistik : koefisien kontingensi.
Apabila
datanya berbentuk ordinal, maka menggunakan korelasi spearman rank dan korelasi
kendal tau.
Apabila
datanya berbentuk interval atau ratio, maka digunakan statistik : korelasi
poduk moment, korelasi ganda, korelasi parsial, dan analisis regresi.
2)
Metode Penelitian Ex Post Facto
Apabila datanya berbentuk nominal, maka digunakan teknik
statistik: binomial dan chi kuadrat satu sampel
Apabila
datanya berbentuk ordinal, maka digunakan teknik statistik : run test
Apabila
datanya berbentuk interval atau ratio maka digunakan tes satu sampel.
Kedua metode penelitian ini sebenarnya dapat menguji
hipotesis hubungan antara variable bebas dan variable terikat. Pada dasarnya
kedua jenis penelitian ini serupa, akan tetapi kita dapat mengontrol pengaruh
variable ekstra lebih ketat pada penelitian eksperimen disbanding penelitian ex
post facto. Jika anda ingin menetapkan apakah benar variable X adalah penyebab
variable Y maka ada 3 yang perlu dipertimbangkan:
- Hubungan statistik antara X dan
Y
- X didahului Y
- Factor-faktor yang berpengaruh
pada variable Y
Langkah-Langkah Penelitian Ex Post Facto
- Menetapkan masalah penelitian
- Membandingkan dua kelompok yang terpilih
- Pemilihan desain dasar penelitian ex post facto
- Mengumpulkan data
- Analisis data dan penafsiran data
Penjelasan Alternatif
- Kesamaan penyebab
Contoh:
Pengaruh kenaikan gaji terhadap penjualan keduanya sebenarnya dipengaruhi oleh
tingkat kemakmuran.
- Penyebab terbalik
- Kehadiran variable bebas yang
lain
Kontrol Parsial dalam Penelitian Ex Post Facto
Strategi
ini memberikan control parsial validiatas internal daripenyebab umum dan
kemungkinan variable bebas lain. Dianatara strategi ini adalah :
- Pencocokan. Metode umum untuk
menentukan kontrol parsial dalam penelitian ex post facto agar sesuai
dengan subjek dalam eksperimen dan kelompok kontrol pada banyak variable
ekstra yang mungkin. Pencocokan ini biasanya dilakukan pada subjek-subjek
dasar untuk membentuk pasangan yang cocok. Menggunakan pencocokan dalam
penelitian ex post facto mengasumsikan bahwa anda tahu apa faktor-faktor
yang relevan yaitu faktor-faktor yang mungkin memiliki korelasi dengan
variable terikat.
- Homogen group. Variable dalam
penelitian eksperimen dapat dikontrol dengan memilih sampel yang homogen.
Prosedur yang sama dapat dilakukan dalam penelitian ex post facto.
- Membangun variable ekstra ke
dalam desain. Relevan mungkin untuk membangun variable bebas asing ke
desain penelitian ex post facto dan menyelidiki efek mereka melalui
penggunaan dua arah dan orde yang lebih tinggi analisis varians.
- Analisis kovarians. Analisis
kovarians (ANCOVA) kadang-kadang digunakan untuk menyesuaikan perbedaan
anatara kelompok-kelompok dalam sebuah desaian ex post facto.
- Korelasi parsial. Korelasi
parsial dapat digunakan untuk menentukan tingkatan hubungan antara dua
variable dengan mengontrol variable lain.
BAB
IV
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Jadi menurut pembahasan
di atas, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa penelitian ex post facto
merupakan penelitian yang bertujuan menemukan penyebab yang memungkinkan
perubahan perilaku, gejala atau fenomena yang disebabkan oleh suatu peristiwa,
perilaku atau hal-hal yang menyebabkan perubahan pada variable bebas yang
secara keseluruhan sudah terjadi.
Penelitian
eksperimen menggunakan variable bebas aktif sedangkan penelitian ex post
facto menggunakan variable bebas atribut.
B.
Saran
Sebagai seseorang yang
ingin tahu tentang suatu pengetahuan kita haruslah banyak-benyak berusaha
dengan cara rajin membaca buku ataupun menggunakan macam-macam media yang bisa
di gunakan untuk belajar. Tiada orang yang berhasil tanpa suatu usaha karna
usaha itu merupakan suatu jalan atau jembatan seseorang untuk menuju
kesuksesan. Mungkin hanya inilah saran dari saya, kurang dan lebihnya saya
sebagai seorang penyusun makalah ini mohon maaf kepada para pembaca atau kepada
bapak/ibu dosen, sekian dan terima kasih…
Wassalam……………..